Randi Kurniawan: Kurban Bukan Hanya Tentang Menyembelih, Tapi Tentang Memberi

PEKANBARU, RBC- Momentum Idul Adha 1446 H menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan makna kurban yang sebenarnya. Randi Kurniawan, salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam momen ini, menyampaikan bahwa kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi tentang memberi dan mengorbankan hal-hal yang lebih berharga, Jumat malam (6/6/25).

Randi menekankan bahwa kurban sejati bukan hanya tentang memilih hewan kurban yang terbaik, tapi tentang memperbaiki niat dan menghitung berapa banyak ego yang harus dikorbankan. “Kurban hari ini sering kali kehilangan ruh itu. Kita sibuk memilih kambing, sapi terbaik, tapi lupa memperbaiki niat,” ungkapnya.

Randi juga menambahkan bahwa kurban bukan hanya peristiwa tahunan, tapi bisa hadir setiap hari dalam bentuk kecil dan diam-diam. “Kurban sejati bisa berupa waktu yang kita berikan untuk keluarga, keinginan yang kita tunda demi orang tua, atau emosi yang kita redam agar tidak menyakiti pasangan,” katanya.

Randi menekankan bahwa kebaikan paling murni adalah yang dilakukan ketika tak ada yang melihat, selain Allah. “Kita hidup di zaman di mana berbagi seringkali butuh kamera. Tapi sesungguhnya, kebaikan paling murni adalah yang dilakukan ketika tak ada yang melihat, selain Allah,” ungkapnya.

Sigit Purwo, yang hadir dalam momen yang sama, menambahkan bahwa Idul Adha bukan tentang berapa ekor yang kita sembelih, tapi berapa banyak jiwa yang kita sentuh.

“Idul Adha kali ini, bukan tentang seremoni satu hari, tapi tentang karakter yang kita bangun sepanjang tahun,” kata sigit.

Randi dan Sigit mengajak kita untuk merefleksikan diri dan bertanya apakah kita sudah berani mengorbankan hal yang paling kita genggam demi kebaikan yang lebih besar. Jika belum, mungkin kurban tahun ini hanyalah rutinitas. Tapi jika sudah, mungkin inilah awal dari hidup yang lebih bermakna. (R-04)