‎Kembali Jernih, Air Sungai Batang Kuantan Jadi Kebanggaan Di Pacu Jalur Tahun 2025

KUANSING, RBC– Seorang bocah kecil tampak menunduk di tepian Sungai Kuantan, matanya berbinar. Dengan riang ia menunjuk ke dasar sungai. “Lihat, batunya kelihatan!” serunya kepada sang ayah yang tersenyum bangga. Pemandangan sederhana itu menjadi bukti betapa berharganya kejernihan Sungai Kuantan yang selama hampir 20 tahun terakhir nyaris terlupakan, Kamis (21/8/2025), sekitar pukul 14.00 WIB, jelang dimulainya hilir ke-26 Festival Pacu Jalur, Sungai Kuantan seolah memamerkan wajah barunya. Airnya hijau bening, memantulkan cahaya matahari, dan memperlihatkan bebatuan kecil di dasar.

‎“Airnya indah sekali, beda dari tahun-tahun lalu,” ujar Yusmarni, seorang warga yang datang dari Kecamatan Pangean bersama keluarganya.

‎Di sepanjang Tepian Narosa, ribuan orang duduk di tribun dan tenda-tenda yang disiapkan Pemkab Kuansing. Terik matahari tak menghalangi semangat penonton. Sorak sorai membahana setiap kali jalur dilepas, dari hilir ke-26 hingga ke-118 di hari kedua perlombaan. Namun di balik riuhnya pacu, ada rasa syukur yang tak kalah besar: Sungai Kuantan telah kembali bersih.

‎‎“Dulu airnya keruh, sekarang bisa bening begini. Kami berterima kasih kepada polisi yang sudah berjuang,” ucap Ujang, pedagang minuman di sekitar arena. Baginya, air sungai yang bersih bukan hanya keindahan, tapi juga rezeki, karena pengunjung makin ramai dan betah berlama-lama.

‎Kejernihan itu tak hadir begitu saja. Waka Polda Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo, SH, M.Han, bersama jajaran pejabat utama Polda Riau, memimpin patroli dan aksi bersih-bersih di Tepian Narosa. Mereka menyusuri bantaran, memungut sampah, dan mengingatkan penonton agar menjaga kebersihan.

‎“Kami ingin masyarakat menikmati pacu jalur dengan nyaman. Kebersihan ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

‎Masyarakat yang melihat aksi itu ikut merasa tergerak. Beberapa penonton tampak spontan memungut plastik di dekat tempat duduk mereka.

‎“Kalau airnya sudah jernih, masa kita mau kotori lagi?” kata seorang pemuda sambil memasukkan sampah ke kantong plastik.

‎Tahun ini, pacu jalur bukan hanya soal lomba perahu panjang dan sorak penonton, tapi juga simbol perubahan. Sungai yang dulunya bak susu berlumpur karena aktivitas PETI, kini kembali memantulkan warna hijau alami. Harapan pun tumbuh: tradisi besar Kuansing ini bisa terus berlangsung di sungai yang lestari.

‎“Air sungai kita sudah bersih, semoga tetap begini selamanya. Pacu jalur semakin meriah, Sungai Kuantan pun jadi kebanggaan,” tutur Yusmarni sambil menatap jalur yang meluncur gagah di atas air jernih.

‎(Bs007)