‎Hut Ke -10 RBC, Tekankan Peran Pers dan Generasi Muda Dalam Perang Melawan Narkoba

SIAK, RBC — Pelatihan Jurnalistik dan Penyuluhan Bahaya Narkoba yang digelar Riaubangkit.com (RBC) dalam rangka HUT ke-10 berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari peserta. Kegiatan yang dihadiri pelajar SMP Negeri 2 Siak, insan pers, serta sejumlah pemateri dari instansi terkait ini digelar di Gedung Maharatu Siak, Kamis (20/11/25).

‎Apul Sihombing: Edukasi adalah komitmen, bukan agenda seremonial

‎‎Pimpinan RBC, Apul Sihombing, SH., MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan dan penyuluhan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota di Riau.

‎‎“Kami sepakat menjalankan kegiatan seperti ini di berbagai daerah, termasuk di Pekanbaru. Tujuannya membantu negara mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satunya melalui penyuluhan bahaya narkoba,” ungkapnya.

‎‎Apul menekankan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia meminta pelajar tidak sekadar mengejar sertifikat, tetapi benar-benar menyerap ilmu yang diberikan.

‎“Target kita adalah ilmu, bukan sekadar simbol. Narkoba dirancang untuk merusak sendi kehidupan dan melemahkan kecerdasan bangsa,” tegasnya.

‎‎Ia juga mengingatkan pentingnya peran pers dalam mengawal persoalan publik.

‎‎“Wartawan adalah ujung tombak informasi. Jika bukan kita yang menyampaikan persoalan rakyat, pemerintah tidak akan mengetahuinya,” tambahnya.

‎Pemkab Siak Apresiasi RBC: Anggaran penyuluhan narkoba sudah tidak tersedia sejak 2024

‎Perwakilan dari Kesbangpol Siak Syamsurizal SE MSi yang hadir mewakili Bupati menyampaikan apresiasi kepada RBC karena tetap menjalankan program edukasi narkoba secara konsisten.

‎“Sejak 2024 anggaran penyuluhan narkoba dari Kesbangpol sudah tidak ada lagi. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Riaubangkit.com yang telah mengambil bagian ini,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Siak belum memiliki BNNK, sehingga penanganan narkoba dilakukan melalui Forum Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN). Fungsi penyuluhan dilaksanakan oleh pemerintah daerah, sementara penindakan berada di bawah kepolisian dan BNN.

‎Narasumber: Indonesia berada dalam fase darurat narkoba

‎Pemateri penyuluhan narkoba, Windu Rukmana SH, menyampaikan paparan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki fase darurat narkoba. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

‎ “Tidak ada satu kampung pun di Indonesia yang benar-benar bebas dari ancaman narkoba. Penyalahgunaan sudah terjadi pada semua usia dan profesi,” ujarnya.

‎‎Ia menyampaikan sejumlah data lapangan yang mengkhawatirkan, antara lain:

‎3,3 juta warga Indonesia tercatat sebagai penyalahguna narkoba.

‎18.000 orang meninggal setiap tahun akibat narkoba, atau setara 50 orang per hari.

‎Modus penyelundupan semakin beragam: ditelan dalam kapsul, disembunyikan di kosmetik, hingga diselipkan pada tubuh mayat bayi.

‎‎Windu menekankan bahwa dampak narkoba tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga psikis dan kriminalitas.

‎“Narkoba merusak saraf pusat, memicu gangguan jiwa, hingga menyebabkan HIV/AIDS. Banyak kasus pencurian, perampokan, bahkan pembunuhan bermula dari ketergantungan narkoba,” terangnya.

‎Ia mengingatkan pelajar bahwa narkoba juga berdampak pada janin.

‎“Ada banyak kasus bayi lahir cacat atau meninggal akibat ibunya terpapar zat adiktif,” tambahnya.

‎Pelajar Antusias, Kegiatan Dianggap Sangat Bermanfaat

‎Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang diikuti secara antusias oleh para pelajar. Penyelenggara berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan literasi bahaya narkoba bagi generasi muda, tetapi juga memperkuat kemampuan jurnalistik wartawan RBC dan peserta lainnya.

‎‎Riaubangkit.com berkomitmen melanjutkan program edukasi serupa sebagai kontribusi nyata media dalam mencerdaskan masyarakat dan memperkuat peran pers di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat. (R-04)