💔 Sitandihat Terkubur Kenangan: Bencana Tapsel Renggut Kampung, Ratusan Jiwa Menanti Pindah! 💔

Tapanuli Selatan RBC, 10 Desember 2025 – Bencana dahsyat berupa banjir bandang dan tanah longsor telah menghantam Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), meninggalkan jejak kehancuran yang pilu. Selain merenggut korban jiwa, menimbulkan luka fisik dan trauma psikologis, bencana ini juga secara harfiah menghapus sebuah desa dari peta.
Desa Sitandihat, yang terletak di Kecamatan Angkola Selatan, kini berada di ambang sejarah. Desa ini bukan hanya kehilangan rumah, ternak, persawahan, dan perkebunan, namun juga fasilitas umum vital seperti Sekolah Dasar, rumah ibadah, dan kantor desa yang baru rampung dibangun.
⚠️ Ancaman Tanah Bergerak: Sitandihat Diputuskan Harus Direlokasi
Dampak di Desa Sitandihat tergolong paling membahayakan. Selain kerusakan material dan infrastruktur yang parah, terjadi pergeseran tanah signifikan akibat lempengan tanah yang tidak stabil.
Saat mengunjungi lokasi, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Camat Angkola Selatan, Dody Kurniawan, menyaksikan langsung kondisi infrastruktur yang rusak dan bergeser. Dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil, posisi desa diyakini pasti akan runtuh dan berpotensi menimbulkan bencana lanjutan.
Oleh karena itu, demi keselamatan 186 Kepala Keluarga (KK) atau 630 jiwa penghuni Desa Sitandihat, disepakati bahwa mereka wajib direlokasi ke kawasan yang dinilai lebih aman.
Camat Angkola Selatan, Dody Kurniawan, memastikan bahwa masyarakat Sitandihat telah dievakuasi dan ditempatkan sementara di Afdeling V Marpinggan, Dusun Tangsi, Desa Marpinggan. Lokasi pengungsian ini tidak begitu jauh dari Kantor Camat.
Situasi di Kecamatan Angkola Selatan secara keseluruhan masih lumpuh. Camat melaporkan bahwa akses jalan menuju desa-desa lainnya hingga saat ini belum bisa dilewati. Salah satu ruas jalan utama, dari Siaporik Dolok menuju Desa Sihopur, terputus total setelah amblas lebih dari 100 meter dengan kedalaman mencapai sekitar 10 meter. Jalan dari Desa Sihopur menuju Dusun Hasugian juga mengalami kerusakan serupa.
🗣️ Harapan di Tengah Penderitaan Menjelang Natal
Kepala Desa Sitandihat, Ranto Panjang Sipahutar, menyuarakan permohonan tulus kepada Pemerintah agar segera bertindak.
”Kami berharap Pemerintah cepat bertindak agar kehidupan dan perekonomian masyarakat bisa normal kembali,” ujar Kades penuh harap. “Hingga saat ini kami belum bisa bekerja. Kami hanya bergantung kepada bantuan, sementara banyak kebutuhan, terutama untuk anak-anak sekolah, dan terlebih lagi bagi warga yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru.”
Masyarakat Sitandihat kini hanya bisa menunggu, berharap relokasi segera terwujud agar mereka bisa kembali membangun kehidupan, sementara kampung halaman mereka perlahan menjadi sejarah kelam yang tertimbun bencana. (rts)
