‎Tanjak Bertuah Tutup 2025 dengan Aksi Nyata, Siap Menebar Manfaat Lebih Besar di 2026

PEKANBARU, RBC — Konsisten menjaga denyut gerakan sosial dan pelestarian budaya, Yayasan Tanjak Bertuah menutup tahun 2025 dengan catatan pengabdian yang membanggakan.

‎‎Yayasan ini terus meneguhkan posisi sebagai organisasi yang tak hanya berbicara tentang nilai budaya, tetapi juga turun langsung menjadi solusi di tengah masyarakat.

‎‎Salah satu program unggulan, Jum’at Berkah, telah menjadi agenda rutin yang menyentuh langsung warga kurang mampu dan kelompok rentan.

‎Melalui aksi ini, yayasan menyalurkan makanan siap santap, sembako, serta dukungan moral, sembari menanamkan pesan kebersamaan, empati, dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri Melayu dan bangsa Indonesia.

‎Gerakan ini semakin kokoh berkat dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, salah satunya Pondok Gurih Alas Daun. Support itu semakin bermakna dengan keterlibatan langsung Ferlina Susanti, pemilik Pondok Gurih Alas Daun, yang juga menjabat sebagai Pembina Yayasan Tanjak Bertuah.

‎Sinergi ini memastikan setiap program berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak luas.

‎Tak berhenti pada agenda rutin, sepanjang 2025 yayasan juga bergerak cepat dalam aksi kemanusiaan. Pengurus dan relawan turun langsung ke lokasi bencana di wilayah Sumatra, membawa amanah donasi masyarakat dalam bentuk bantuan logistik dan penggalangan dana bagi korban banjir dan longsor di berbagai titik terdampak.

‎Ketua Yayasan Tanjak Bertuah, Andi Champay, menegaskan bahwa kerja sosial adalah identitas utama yayasan.

‎“Program sosial adalah ruh dari Yayasan Tanjak Bertuah. Jum’at Berkah bukan sekadar berbagi, tapi membangun empati dan solidaritas. Memasuki 2026, kami mohon doa dan dukungan agar langkah ini terus menjadi ladang manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya dengan penuh optimisme, Selasa (30/12/25), di Pekanbaru.

‎Sekretaris yayasan, Fredi Adinata, turut menekankan bahwa komitmen yayasan bukan hanya soal mengumpulkan donasi, tetapi memastikan kehadiran nyata di lapangan.

‎“Alhamdulillah, sepanjang 2025 kami menggalang dana dan turun langsung ke titik bencana di Sumatra. Kami ingin hadir, bukan sekadar memberi, tetapi memastikan manfaat itu benar-benar dirasakan,” jelasnya, Selasa (30/12/2025).

‎Menjadikan 2025 sebagai tahun refleksi, yayasan berkomitmen mempertahankan program sosial yang berjalan, sekaligus menyiapkan inisiatif baru yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berakar pada marwah budaya Melayu.

‎Menjelang 2026, Yayasan Tanjak Bertuah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melangkah bersama dengan semangat, Kepedulian sosial, Pelestarian budaya, Kolaborasi lintas komunitas

‎Optimisme dan keberdayaan.

‎Demi mewujudkan masyarakat yang bermartabat, berbudaya, berdaya, dan sejahtera.(R-04)