KSPSI Riau Siap Tampil di Festival Melayu Day 2026 Thailand, Nursal Tanjung Minta Dukungan Pangdam XIX
PEKANBARU, RBC – Ketua DPD KSPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung, berencana melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, guna meminta restu serta dukungan atas rencana keikutsertaan KSPSI Riau dalam Festival Melayu Day 2026 yang akan digelar di Yala, Thailand, Sabtu (10/1/2026).
Kepada awak media, Nursal Tanjung menjelaskan bahwa dalam Festival Melayu Day 2026 tersebut, Tim UMKM dan Seni Budaya KSPSI Provinsi Riau direncanakan turut ambil bagian. Keikutsertaan ini sejalan dengan visi dan misi Provinsi Riau yang menempatkan diri sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.
“Selain menampilkan seni dan budaya Melayu, festival ini juga menghadirkan bazar UMKM. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam menggerakkan perekonomian nasional dari tingkat paling dasar, yaitu keluarga, serta sejalan dengan peran dan fungsi organisasi SPSI yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Nursal.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Festival Melayu Day 2026 akan diisi dengan berbagai pentas seni budaya Melayu, seperti fashion show busana Melayu, nyanyian, serta tari tradisional. Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelestarian dan pengembangan budaya Melayu, sebagaimana ungkapan, “Tak Kan Hilang Melayu di Bumi.”
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat kerja sama antarnegara.
Festival Melayu Day merupakan agenda tahunan yang telah berjalan selama 11 kali dan diikuti oleh sejumlah negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta negara lainnya,” ungkapnya.
Menurut Nursal, kehadiran bazar UMKM dalam festival ini juga akan membuka peluang ekonomi lintas negara, sehingga pelaku UMKM dari masing-masing negara dapat saling memanfaatkan potensi pasar dan kerja sama ekonomi.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa masyarakat Melayu tersebar di berbagai negara Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand. Oleh karena itu, Festival Melayu Day menjadi ajang untuk menampilkan keberagaman budaya Melayu sekaligus membangun sikap toleransi dan saling menghargai antarbangsa.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun diplomasi budaya, khususnya antara Indonesia—dalam hal ini Provinsi Riau—dengan Thailand,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai sumber pendanaan, Nursal Tanjung menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Festival Melayu Day 2026 mengandung unsur kegiatan ekonomi, baik melalui bazar UMKM maupun pertunjukan seni budaya. Pendanaan kegiatan tersebut bersumber dari:
Kas organisasi
Bantuan atau sumbangan yang tidak mengikat
Sponsor
Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Riau untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu dan pusat perekonomian di Asia Tenggara, mengingat potensi geografis serta sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut.
Terkait surat audiensi dan silaturahmi yang telah dilayangkan oleh KSPSI Provinsi Riau kepada Kodam XIX/Tuanku Tambusai, pihak Kodam menyambut baik dan meminta agar dilakukan pertemuan guna membahas persiapan serta dukungan atas keberangkatan delegasi UMKM dan seni budaya KSPSI Riau ke Festival Melayu Day 2026 di Yala, Thailand.
“Insyaallah, kami akan duduk bersama untuk mematangkan persiapan dan memohon restu serta dukungan dari Pangdam XIX/Tuanku Tambusai,” tutup Nursal Tanjung.(Rls)
Sumber:KSPSI Riau/ Tina
