Antusiasme Tinggi, 821 Pendaftar Incar Kursi Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di Riau: Omotrando SN Nyatakan Dukung Penuh Kebijakan Plt. Gubernur
RIAU, RBC – Pemerintah Provinsi Riau di bawah kepemimpinan Plt. Gubernur Ir. H. SF. Hariyanto, MT, terus melakukan terobosan strategis di sektor pendidikan. Salah satu gebrakan terbarunya adalah penataan kepemimpinan satuan pendidikan tingkat SMA/SMK/SLB Negeri untuk mengisi kekosongan jabatan definitif yang selama ini dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt), serta mengganti kepala sekolah yang memasuki masa purna bakti.
Langkah ini tertuang dalam Surat Undangan Sekretariat Daerah Pemprov Riau Nomor: 800.1.2.6/DISDIK/2026/1, yang merujuk pada Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 terkait penugasan guru sebagai Kepala Sekolah.
Animo Tinggi di Tengah Tantangan Kompleks
Kebijakan ini memicu respons luar biasa. Melalui aplikasi Ruang GTK, tercatat sebanyak 821 pendaftar telah mengunggah berkas untuk memperebutkan posisi pimpinan di 69 satuan pendidikan. Fenomena ini menarik perhatian Tokoh Muda sekaligus Pengamat Pendidikan Riau, Omotrando SN.
Di tengah isu bahwa jabatan Kepala Sekolah mulai kehilangan daya tarik karena beban manajerial yang rumit, angka 821 pendaftar membuktikan optimisme guru di Riau masih sangat tinggi. Omotrando sendiri turut mendaftarkan diri dalam bursa Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tersebut.
”Kepala sekolah ke depan harus menjadi motor penggerak. Integritas internal dan dukungan eksternal harus dimanajemeni sesuai juknis dan linier dengan kebijakan Gubernur melalui Dinas Pendidikan,” ujar Omotrando saat ditemui tim media di Siak Hulu, Senin (19/01).
Sosok Muda dengan Rekam Jejak Nasional
Omotrando SN bukanlah nama baru. Guru Matematika di SMAN 1 Siak Hulu ini memiliki rekam jejak mumpuni:
- Pengajar Praktik angkatan pertama Pendidikan Guru Penggerak (PGP) di Kabupaten Kampar.
- Fasilitator Guru Penggerak dengan penugasan lintas provinsi (Aceh, Simeulue, dan Subulussalam).
- Instruktur Nasional yang berkompeten mengampu 10 modul PGP dan telah menjadi narasumber di 16 provinsi di Indonesia.
Wawancara Eksklusif: Filosofi “Kapal di Laut yang Berubah”
Dalam sesi wawancara, Omotrando membagikan visinya mengenai kepemimpinan sekolah yang ia ibaratkan seperti menakhodai kapal.
RED: Apa pandangan Anda mengenai urgensi rekrutmen BCKS kali ini?
OMO: Ini adalah transformasi peran. Seorang Kepala Sekolah harus mampu melihat ekosistem sekolah sebagai satu kesatuan. Saya mengibaratkannya seperti mengemudikan kapal di laut yang dinamis. Kepala Sekolah adalah Nakhoda, Guru adalah awak kapal, dan siswa adalah penumpang sekaligus calon pelaut masa depan.
RED: Mengenai tantangan zaman atau “badai” dalam analogi Anda, bagaimana sekolah harus bersikap?
OMO: Badai itu adalah disrupsi teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Kita tidak bisa menggunakan “peta lama” untuk arah angin yang baru. Kurikulum harus dinamis, bukan kaku. Kepala Sekolah harus memastikan guru terus memperbarui kompetensi agar siswa tidak sekadar menghafal, tapi memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat.
RED: Bagaimana dengan peran SDM dan infrastruktur?
OMO: Vital. Guru butuh akses ke teknologi dan magang industri. Secara infrastruktur, kita bicara soal akses internet stabil dan ruang kolaborasi, bukan sekadar gedung. Namun, di atas itu semua, adab dan karakter religius adalah prioritas tertinggi. Pendidikan harus melahirkan pribadi berintegritas yang siap berkontribusi bagi masyarakat.
Harapan untuk Pendidikan Riau
Menutup perbincangan, Omotrando menekankan pentingnya loyalitas terhadap kebijakan daerah dan keselarasan dengan visi pusat.
”Kita nantikan hasil seleksi administrasi pada 9 Februari mendatang. Semoga proses ini melahirkan pemimpin yang mampu mewujudkan pendidikan yang RAMAH (Religius, Amanah, Maju, Adaptif, dan Harmonis), sesuai harapan Kemendikdasmen dan selaras dengan visi Bapak SF. Hariyanto dalam membangun Riau,” pungkasnya.
(Tim Liputan RBC / OSN)

