Wabup Kampar Tinjau Lokasi Kebakaran di Tanah Merah, Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban
KAMPAR, RBC – Wakil Bupati Kampar, Misharti, meninjau langsung lokasi kebakaran yang menewaskan seorang warga di Dusun IV Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (14/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan santunan dan bantuan darurat kepada keluarga korban.
Korban diketahui bernama Togar Juanda Pasaribu (36), pemilik kios kelontong yang terbakar dalam peristiwa tersebut.
Peninjauan dilakukan di tengah puing-puing sisa kebakaran. Wabup Kampar didampingi Camat Siak Hulu Irwansyah, perangkat desa, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Siak Hulu.
Dalam kesempatan itu, Misharti melihat langsung kondisi kios yang hangus terbakar sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Istri korban menyampaikan bahwa api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik pada kulkas yang berada di dalam kios.
Api dengan cepat membesar karena merambat ke barang dagangan yang mudah terbakar, termasuk tabung gas dan bahan bakar minyak jenis Pertalite yang berada di dalam kios.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan terjebak di dalam bangunan saat api membesar hingga akhirnya meninggal dunia.
Di sela kunjungannya, Wakil Bupati Kampar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ujar Misharti.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, terutama saat kondisi cuaca panas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Musim seperti ini cukup rawan. Suhu yang tinggi dapat membuat kabel listrik yang tidak layak lebih cepat panas. Kami mengimbau masyarakat agar memeriksa kembali instalasi listrik di rumah masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warga yang tertimpa musibah.
“Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan kehilangan yang dirasakan keluarga, namun kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir dan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” tutupnya.(MC/R-04)
