Sinergi Lintas Sektor: Kapolres Pelalawan Turun Langsung Pimpin Pemadaman Karhutla 27 Hektar di Kerumutan, Helikopter Water Bombing Diterjunkan

PELALAWAN RBC – Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., memimpin langsung aksi pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Selasa (4/8/2026). Aksi tanggap darurat ini melibatkan sinergi skala besar antara Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, Tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, dan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut, Kapolres didampingi oleh Kabag Ops Polres Pelalawan AKP Yuhairi, S.H., Kasikum Polres Pelalawan AKP Liston Sihombing, S.H., serta Kapolsek Kerumutan IPDA Budi Santoso.
Pemadaman difokuskan pada dua titik lokasi lahan gambut dan semak belukar yang terbakar dengan total luas mencapai ± 27 hektar:
Lingkungan Air Kuning, Kelurahan Kerumutan (Koordinat 0°8’0.78″ S, 102°19’17.65″ E): Luas area terbakar milik masyarakat diperkirakan mencapai ± 15 hektar.
Dusun Sungai Buluh, Desa Mak Teduh (Koordinat 0°0’49.14″ S, 102°20’9.06″ E): Luas area terbakar di tanah milik Desa Mak Teduh diperkirakan mencapai ± 12 hektar.
Untuk menjangkau titik lokasi yang berjarak sekitar 25 km dari Polsek Kerumutan tersebut, ratusan personel gabungan dikerahkan. Rincian personel meliputi 41 personel Polri (gabungan BKO Polres Pelalawan serta Polsek Kerumutan, Pangkalan Kuras, Pangkalan Lesung, dan Ukui), 6 personel TNI, 14 personel BPBD, 24 anggota Manggala Agni, 36 anggota RPK swasta (PT SLS dan PT GH), serta 10 warga setempat.
Berbagai armada dan perlengkapan pemadam dikerahkan ke lokasi, antara lain 10 unit mesin ministrike, 1 unit mesin pompa kapasitas besar, 1 unit alat berat, serta 2 unit helikopter Water Bombing milik BNPB untuk mengisolasi api dari udara.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menegaskan komitmen seluruh tim gabungan dalam menanggulangi bencana ini.
”Kami bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan pihak perusahaan tidak akan berhenti melakukan pemadaman sampai api benar-benar padam total. Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat Pelalawan dari ancaman bahaya asap,” tegas AKBP John Louis Letedara.
Upaya di lapangan mencakup pemadaman langsung pada titik api, pembuatan sekat bakar untuk melokalisasi area, hingga pendinginan lahan gambut. Tim sempat menghadapi kendala cuaca ekstrem berupa suhu udara yang sangat tinggi dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
Hingga laporan ini diturunkan, titik api di kedua lokasi masih berada dalam penanganan intensif. Tim gabungan terus melakukan penyiraman dan pemantauan ketat guna memastikan api tidak meluas.
Polres Pelalawan kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan segan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (PlmT)
