NOYLULA Collection Turut Ramaikan Dialog Seni dan Budaya Empat Negara ASEAN di Dumai
DUMAI, RBC — Perhelatan Dialog Seni dan Budaya empat negara ASEAN yang melibatkan Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand mulai semarak di Kota Dumai, Riau.
Sejumlah seniman, budayawan dan artis dari empat negara tersebut mulai berdatangan ke Kota Dumai sejak Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang mempertemukan pelaku seni dan budaya lintas negara itu dipusatkan di Pantai Tantrayana, Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.
Ketua Panitia Dialog Seni dan Budaya Empat Negara ASEAN, Tantri Subekti, mengatakan pemilihan Pantai Tantrayana sebagai lokasi kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan akses dan potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut.
Menurutnya, lokasi tersebut dinilai strategis karena relatif dekat dengan pusat Kota Dumai serta memiliki suasana pantai yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan seni dan budaya.
Perhelatan tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat sekitar. Kehadiran seniman dan budayawan dari sejumlah negara ASEAN menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekaligus diharapkan dapat memperkenalkan potensi seni, budaya dan pariwisata Kota Dumai kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal juga turut ambil bagian. Salah satunya NOYLULA Collection, UMKM asal Kota Dumai yang bergerak di bidang produk pakaian dan perlengkapan rumah tangga serta berbagai kebutuhan untuk acara pesta dan pernikahan.
NOYLULA Collection menyediakan berbagai produk, di antaranya pakaian, sprei, sarung guling, sarung bantal, tas sandang serta aksesori untuk pesta pernikahan. Untuk produk sprei, ukuran dapat disesuaikan berdasarkan pesanan pelanggan.
Pemilik NOYLULA Collection, Nur Hasanah, mengatakan kehadiran Dialog Seni dan Budaya Empat Negara ASEAN menjadi momentum yang sangat baik bagi pelaku UMKM di Kota Dumai.
Menurut Nur Hasanah, kegiatan berskala internasional seperti ini diharapkan dapat membuka peluang bagi produk-produk UMKM lokal untuk lebih dikenal, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.
“Pentas Seni dan Budaya empat negara ini sangat diidam-idamkan masyarakat Kota Dumai. Kami para pengusaha UMKM berharap produk kami nantinya dapat diperkenalkan kepada masyarakat dari negara lain sehingga memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas,” ujar Nur Hasanah.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait dapat terus memberikan perhatian dan dukungan kepada pelaku UMKM, khususnya usaha kecil dan menengah yang memproduksi berbagai produk home made.
“Kami berharap Pemko Dumai melalui Dinas Pariwisata, Disperindag, serta dinas terkait lainnya dapat membantu kami para pelaku UMKM dalam mengembangkan dan memasarkan produk, baik di pasar dalam negeri maupun membuka peluang ke pasar luar negeri,” pungkasnya.
Kehadiran NOYLULA Collection dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelaku UMKM lokal memanfaatkan momentum kegiatan seni dan budaya sebagai ruang promosi produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
(Toga)
Editor: Redaksi
