6 Jenazah Korban Banjir Bandang Di Tapsel Dievakuasi; Polda Sumut Terus Cari 6 Korban Hilang

 

BATANGTORU TAPSEL RBC– Penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara difokuskan pada upaya evakuasi dan pencarian korban hilang. Hingga Selasa (25/11/2025), tim gabungan berhasil mengevakuasi enam jenazah korban banjir bandang dari wilayah perbatasan Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng).

​I. Data Korban dan Lokasi Evakuasi

​Korban Ditemukan: Enam jasad korban berasal dari tiga desa yang terdampak parah, yakni Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Dua dari enam korban ditemukan saat proses evakuasi di Desa Aek Ngadol.

​Pusat Pengumpulan: Seluruh enam jenazah tersebut telah dikumpulkan di Puskesmas Batangtoru untuk proses identifikasi. Sejauh ini, baru satu jasad yang berhasil diidentifikasi oleh pihak keluarga.

​Korban Hilang: Tim SAR gabungan dari Polri, BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan masih melanjutkan pencarian intensif terhadap enam warga lainnya yang dilaporkan hilang di wilayah Tapsel.

​II. Kondisi Darurat dan Kerusakan

​Sebaran Bencana: Data Polda Sumut mencatat total 20 kejadian bencana (12 longsor, 7 banjir, dan pohon tumbang) yang tersebar di enam daerah: Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.

​Dampak Terparah: Kota Sibolga menjadi lokasi dengan kerusakan paling signifikan, mencatat sedikitnya enam titik longsor yang menimbulkan korban jiwa dan merusak belasan rumah.

​Akses Terputus: Akses jalan utama Tapsel menuju Tapteng lumpuh total. Jembatan di Aek Gadol, Kecamatan Sibabangun, Tapteng, terputus setelah dihantam banjir dan material kayu.

​III. Respons dan Imbauan Kewaspadaan

​Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, memastikan pengerahan seluruh personel untuk membantu warga.

​“Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk membantu warga. Evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Saat ini fokus utama adalah pencarian enam warga yang masih hilang,” ujarnya.

​Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengungsi, mengingat adanya peringatan dari BMG mengenai potensi bencana susulan akibat cuaca hujan.

​(Rts/red)