‎Tanjak Jadi Simbol Resmi di Polda Riau, Yayasan Tanjak Bertuah Apresiasi Kepemimpinan Kapolda

PEKANBARU, RBC — Yayasan Tanjak Bertuah Riau menyampaikan apresiasi dan penghormatan tinggi atas kebijakan penggunaan busana adat Melayu di lingkungan Polda Riau, yakni pemakaian batik dan tanjak bagi personel Polisi Laki-Laki (Polki), serta batik dan selempang bagi Polisi Wanita (Polwan) setiap hari Jumat.

‎Ketua Yayasan Tanjak Bertuah Riau, Andi Campay, menegaskan bahwa kebijakan yang digagas oleh Herry Heryawan merupakan langkah visioner yang berhasil mengangkat marwah budaya Melayu ke dalam institusi negara secara terhormat, konsisten, dan bermakna.

‎Menurutnya, di Bumi Melayu, tanjak bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol kepemimpinan, kehormatan, serta tanggung jawab moral. Oleh karena itu, keputusan menjadikan tanjak sebagai identitas rutin institusi kepolisian dinilai memiliki nilai historis yang kuat.

‎“Beliau bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjaga marwah budaya. Di tengah arus modernitas, Kapolda Riau menunjukkan bahwa identitas Melayu bukan untuk ditinggalkan, melainkan untuk ditampilkan dengan rasa percaya diri. Ini adalah kepemimpinan yang berakar pada jati diri,” tegas Andi Campay, Jumat (13/2/26) di Pekanbaru.

‎Yayasan Tanjak Bertuah Riau menilai kebijakan tersebut membawa dampak strategis, antara lain memperkuat legitimasi budaya Melayu dalam struktur negara, meningkatkan citra humanis Kepolisian di tengah masyarakat, serta menciptakan warisan kepemimpinan kultural yang akan dikenang di Bumi Lancang Kuning.

‎Lebih lanjut, Andi Campay menyebut kebijakan ini sebagai tonggak penting dalam relasi antara budaya dan institusi negara.

‎“Nama Kapolda Riau hari ini tidak hanya dikenal sebagai pemimpin keamanan, tetapi juga sebagai figur yang mengangkat tanjak sebagai simbol marwah di Bumi Melayu. Ini jejak kepemimpinan yang tidak semua orang berani ambil,” ujarnya.

‎Yayasan Tanjak Bertuah Riau berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi lintas sektor dan semakin memperkuat posisi Provinsi Riau sebagai pusat peradaban Melayu yang modern, namun tetap berakar pada nilai adat, kehormatan, dan kearifan lokal.***

‎Sumber : Yayasan Tanjak Bertuah Riau