Melejitkan Pesona Sungai Kampar, Bupati Zukri Bidik Ketinting Boat Racing Jadi Kalender Wisata Nasional

 

PELALAWAN RBC– Deru mesin ketinting menggema di sepanjang Sungai Kampar saat Bupati Pelalawan, H. Zukri, S.M., M.M., resmi membuka Ketinting Boat Racing di Desa Wisata Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Jumat (10/7/2026). Ajang adu cepat di atas air ini sukses menjadi magnet baru yang menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai daerah.

​Agenda bergengsi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, Ketua DPRD Syafrizal, S.E., Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., serta jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pelalawan.

​Sebanyak 60 pembalap memacu adrenalin dalam kompetisi yang mempertandingkan beberapa kategori. Mulai dari kelas mesin 500/550 CC, kelas nelayan 6,5 HP–8 HP, kelas campuran maksimal satu piston 95 mm tanam, hingga kelas eksibisi wanita.

​Dalam sambutannya, Bupati Zukri menegaskan bahwa Ketinting Boat Racing merupakan strategi Pemkab Pelalawan untuk melejitkan potensi wisata Sungai Kampar sekaligus menggerakkan roda ekonomi hilir.

​”Ini bukan sekadar balapan, melainkan panggung kita untuk mengenalkan pesona Sungai Kampar ke kancah yang lebih luas. Kami berharap event ini semakin dikenal dan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Pelalawan,” ujar Zukri.

​Ia optimistis, jika agenda sportivitas berbasis budaya ini dikelola secara berkelanjutan, dampaknya akan langsung dirasakan oleh pelaku UMKM, meningkatkan angka kunjungan wisata, hingga menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ke depan, Pemkab membidik ajang ini menjadi kalender wisata tahunan nasional yang mampu menarik peserta dari berbagai provinsi.

​Kemeriahan sirkuit air ini kian memuncak dengan hadirnya pembalap sekaligus konten kreator asal Kalimantan Tengah yang tersohor dengan julukan “Mama Racing”. Sosoknya menjadi primadona di tepian Sungai Kampar; ratusan penonton tampak antusias mengabadikan aksinya dan berebut swafoto.

​Persaingan pun terbilang sengit. Selain jagoan lokal Pelalawan, sirkuit alam ini juga diramaikan oleh para pembalap tangguh dari Kabupaten Indragiri Hilir, Kampar, hingga pulau Kalimantan.

​Antusiasme luar biasa dari masyarakat membuktikan bahwa olahraga tradisional berbasis budaya sungai memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu. Melalui momentum ini, Pemkab Pelalawan berharap Sungai Kampar tidak hanya menjadi urat nadi luar, tetapi juga tumbuh sebagai ikon pariwisata unggulan di Provinsi Riau. (PlmT)