Ketua Yayasan Riau Alam Lestari Minta Agrinas Riau diaudit

PEKANBARU, RBC- Ketua Yayasan Riau Alam Lestari Apul Sihombing minta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus segera periksa keuangan PT. Agrinas Palma Nusantara khususnya regional Riau, hal ini penting untuk transparansi keuangan perusahaan plat merah tersebut pasca menerima penyerahan dari PKH dan Kejaksaan Agung

Menurut Apul, Dari data yang diperoleh Yayasan Riau Alam Lestari hampir 1,7 juta hektare kebun sawit yang sudah dikelolah oleh PT. Agrinas Riau selama kurun waktu 2025 – 2026. Hasil penyerahan Kejaksaan Agung 60.000.000 eks PT. Duta Palma milik  Surya Darmadi selebihnya merupakan sitaan Satgas PKH,

Ia memberikan ilustrasi perhitungan produksi dengan asumsi setiap hektare menghasilkan dua ton tandan buah segar (TBS) per bulan. Dengan asumsi tersebut, apabila luas lahan sekitar 1,7 juta hektare seluruhnya produktif, maka secara matematis potensi produksi dapat mencapai sekitar 3,4 juta ton per bulan.

“Pertanyaannya, bagaimana hasil produksi tersebut dicatat, dikelola, dan digunakan? Ini yang menurut kami harus dibuka secara transparan kepada publik,” kata Apul, Sabtu(26/9/26) di Pekanbaru.

Apul meminta transparansi keuangan PT. Agrinas khusus yang ada di Riau, maka untuk itu Apul Sihombing mendesak BPK segera turun melakukan audit keuangan perusahaan plat merah tersebut, jangan sampai lahan lahan tersebut dirampas hanya untuk kesejahteraan Oknum Purnawiran TNI dan orang orang dekat Presiden Prabowo saja.

Sebagaimana kita ketahui Pimpinan dan para petinggi Agrinas ini rata rata Purnawiran TNI dan orang orang dekat Prabowo dan bahkan banyak di isi oleh TNI aktif

Rakyat sudah mencium aroma busuk tata kelola Agrinas ini, tidak benar untuk kepentingan Negara, Negara dijadikan sebagai tameng saja faktanya hasilnya dinikmati para mafia juga, tutup Apul.

Redaksi tetap membuka ruang PT Agrinas untuk memberikan klarifikasi terhadap pernyataan yang disampaikan Apul Sihombing Ketua Yayasan Riau Alam Lestari.***

‎Sumber: Yayasan Riau Alam Lestari