Tingkatkan Kepercayaan Publik, Polsek Pangkalan Kuras Gelar Gerakan SAJADA di Masjid Al-Falah

PELALAWAN RBC– Dalam upaya mempererat silaturahmi serta meningkatkan kepercayan publik (public trust) terhadap Polri, Polsek Pangkalan Kuras jajaran Polres Pelalawan menggelar kegiatan Gerakan SAJADA (Safari Jamaah Berdaya). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Paripurna Al-Falah, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Jumat (9/10/2026) sore menjelang Magrib.
Kegiatan pendekatan keagamaan ini dipimpin langsung oleh personel Polsek Pangkalan Kuras, di antaranya Ps. Panit III Samapta Aiptu Mawardi dan Ba Unit Intelkam Bripda Angga Pranata, bersama sekitar 25 jemaah Masjid Paripurna Al-Falah.
Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan ibadah Shalat Maghrib berjemaah, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif serta penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldy Parlindungan, S.H., menyampaikan bahwa Gerakan SAJADA merupakan langkah nyata Polri untuk hadir lebih dekat di tengah-tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan religius.
”Gerakan SAJADA ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan wadah bagi kami untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Kami ingin membangun partisipasi aktif warga dalam menjaga Kamtibmas, mulai dari pencegahan narkoba, judi online, pencegahan Karhutla, hingga bijak dalam bermedia sosial agar tidak mudah terprovokasi hoaks,” ujar Kompol Rinaldy Parlindungan, S.H.
Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif.
”Kehadiran Polri di tengah jemaah adalah komitmen kami untuk menjadi pelindung dan pengayom yang responsif, komunikatif, serta humanis. Dengan sinergi yang kuat antara Polsek, tokoh agama, dan warga, kita dapat memetakan serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini,” tambahnya.
Dalam sosialisasi Kamtibmas tersebut, personel Polsek Pangkalan Kuras menekankan delapan poin penting:
Penguatan Kamtibmas berbasis partisipasi aktif masyarakat.
Pencegahan penyakit masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba dan perjudian.
Penguatan toleransi, kerukunan, dan kohesi sosial di lingkungan tempat tinggal.
Peningkatan literasi digital guna menangkal penyebaran hoaks dan provokasi.
Deteksi dini dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.
Kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Penguatan kemitraan antara Polri, tokoh agama, dan elemen masyarakat.
Membangun public trust melalui pelayanan Polri yang humanis dan adatif.
Hingga berakhirnya kegiatan Safari Jamaah Berdaya tersebut, situasi di lokasi tercatat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. (PlmT)
