Beasiswa Kelapa Sawit Biaya Ditanggung BPDP, Kabupaten Kuansing Dapat Jatah 50 Orang
KuantanSingingi, RBC – Kementerian Pertanian melalui Dirjen Perkebunan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), terhitung 3 Juni 2026, telah membuka beasiswa pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit.
Beasiswa ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan kompeten yang tidak hanya memahami aspek teknis perkebunan, tetapi juga memiliki wawasan manajerial, inovasi teknologi, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Program ini bukan sekedar bantuan pendidikan, namun investasi jangka panjang untuk masa depan industri kelapa sawit Indonesia yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.
Program beasiswa SDM sawit ini pun terbuka bagi berbagai latar belakang yang memiliki kaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit.
“Jadi program ini terbuka bagi yang memiliki keterkaitan dengan perkebunan kelapa sawit,” kata Kadisbunnak Kuansing Andriyama Putra melalui Kabid Pemasaran Sarana dan Prasarana (PSP) Disbunnak Kuansing, Rudi Achmad Haryadi SPt Mling, Kamis (4/6/2026).
Menurut Rudi, pendaftaran calon penerima beasiswa sudah mulai dibuka mulai 3-18 Juni 2026 mendatang. Para peserta yang berminat dapat melihat secara langsung tata cara dan persyaratan beasiswa di akun BPDP sawit.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi pekebun, keluarga pekebun, karyawan/pekerja usaha perkebunan kelapa sawit, keluarga karyawan/pekerja usaha perkebunan kelapa sawit, pengurus kelembagaan pekebun kelapa sawit, aparatur sipip negara, penyuluh dan pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit.
Mereka yang lulus dapat melanjutkan jenjang pendidikan di 42 perguruan tinggi dan universitas yang bekerja sama dengan BPDP kelapa sawit Kementerian Pertanian RI.
Mereka yang lulus seleksi, kata Rudi, semua pembiayaan pendidikan akan di biayai hingga tuntas. “Kalau kita mengumpulkan sekitar Rp150 juta sampai Rp200 juta biaya pendidikan yang ditanggung,” ujarnya.
Kabupaten Kuansing sendiri, sejak tahun 2022 lalu telah mengikuti program ini. Namun belum mampu memenuhi kuota minimal sebanyak 50 orang penerima beasiswa.
Di tahun 2022 lalu, hanya satu orang yang lulus seleksi. Tahun 2023 sebanyak 15 orang, tahun 2024 sebanyak 15 orang, tahun 2025 sebanyak 21 orang. “Dan kita berharap di tahun 2026 ini, kuota minimal 50 orang ini bisa dipenuhi oleh Kuansing,” kata Rudi.
Di tanya soal persyaratan, Rudi menjelaskan bisa dilihat di akun Kementerian Pertanian atau BPDP soal program beasiswa peningkatan sumber daya manusia kelapa sawit.
Tetapi yang jelas calon penerima berasal dari pekebun, keluarga pekebun, karyawan/pekerja usaha perkebunan kelapa sawit, keluarga karyawan/pekerja usaha perkebunan kelapa sawit, pengurus kelembagaan pekebun kelapa sawit, aparatur sipil negara, penyuluh dan pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit. Lalu memiliki legalitas usaha perkebunan kelapa sawit, KTP, KK calon maupun penerima bantuan. (**)
Editor:Bs007
