Diduga Ada Aktivitas Penyimpanan BBM di Permukiman Tanjung Karang, Warga Minta Pihak Berwenang Turun Mengecek

‎PEKANBARU, RBC — Sejumlah warga di kawasan Jalan Tanjung Karang, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, menyampaikan keresahan terkait dugaan adanya aktivitas penyimpanan atau pengumpulan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan permukiman.

‎Informasi tersebut disampaikan masyarakat kepada redaksi, Jumat (18/9/2026). Lokasi yang dimaksud disebut berada di kawasan Tanjung Karang RT 01/RW 07, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.

‎Berdasarkan keterangan yang diterima redaksi, warga menduga terdapat seseorang berinisial R yang melakukan aktivitas pengumpulan atau penyimpanan BBM jenis Pertalite dalam jumlah tertentu yang kemudian diduga akan dijual kembali.

‎Warga menyebut BBM tersebut diduga dikumpulkan menggunakan sejumlah jerigen. Dalam keterangan masyarakat, aktivitas pengangkutan BBM tersebut juga disebut menggunakan sebuah mobil Toyota Calya berwarna putih.

‎Namun, seluruh informasi tersebut masih merupakan keterangan dari masyarakat dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Redaksi juga menerima dokumentasi video yang disebut berkaitan dengan dugaan aktivitas tersebut.

‎Dokumentasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut, termasuk mengenai waktu pengambilan gambar, lokasi, jenis dan jumlah BBM, serta pihak-pihak yang terlibat.

‎Keresahan warga terutama berkaitan dengan aspek keselamatan. Masyarakat khawatir apabila benar terdapat penyimpanan BBM dalam jumlah besar di lingkungan permukiman, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kebakaran maupun bahaya lainnya apabila tidak memenuhi ketentuan penyimpanan dan keselamatan.

‎Selain persoalan keselamatan, warga juga mempertanyakan dugaan adanya pengumpulan BBM bersubsidi untuk kemudian diperjualbelikan kembali. Karena itu, masyarakat berharap instansi berwenang dapat melakukan pengecekan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

‎“Kami resah kalau memang BBM dikumpulkan dalam jumlah banyak di lingkungan warga. Yang paling kami khawatirkan tentu soal keselamatan. Kami berharap pihak berwenang turun mengecek agar persoalan ini jelas dan masyarakat tidak terus merasa khawatir,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

‎Warga juga berharap pengawasan terhadap distribusi BBM, khususnya BBM yang mendapatkan penugasan atau subsidi pemerintah, dapat dilakukan secara optimal sehingga penyalurannya tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

‎Hingga berita ini diterbitkan, R maupun pihak-pihak terkait lainnya belum memberikan konfirmasi kepada redaksi mengenai informasi yang disampaikan masyarakat tersebut.

‎Redaksi menegaskan, informasi mengenai dugaan aktivitas penyimpanan atau pengumpulan BBM ini masih membutuhkan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut. Pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap memiliki ruang untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi sesuai prinsip-prinsip jurnalistik.

‎Redaksi juga terbuka terhadap informasi tambahan dari masyarakat maupun instansi berwenang untuk melengkapi pemberitaan dan memastikan fakta yang disampaikan kepada publik.(Tim)