Jembatan Penghubung Tapsel-Tapteng Putus Akibat Banjir, Pasokan Sembako dan BBM Lumpuh

 

Padangsidimpuan ( riaubangkit.com) – Banjir Bandang yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengakibatkan perekonomian memprihatinkan karena barang barang termasuk Semabako dari kedua daerah   tidak bisa masuk disebabkan adanya jembatan runtuh diperbatasan Tapsel dangan Tapteng  tepatnya jembatan Aek Gadol ,Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapteng.

 

Akibat Banjir Bandang yang terjadi Selasa (125/11/2025)  tersebut tidak hanya mengakibatkan runtuhnya jembatan juga merendam perkampungan di Desa Anggoli dan Desa Hutagodang ,Kecamatan Batangtoru,Kabupaten Tapsel yangnmwmbuat masyarakat sampai saat ini mencari tempat yang jauh dari bahaya banjir.

 

” Kami tidak tahu harus bagaimana lagi.Makan aja susah gak tau mau masak dimana karena rumah sudah digenangi air.Kami betul betul trauma terlebih hujan masihbterus datang yang menghantui kami dengan bajir dan tanah longsor susulan.” ujar salah seorang warga Desa Hutagodang.

 

Dari pantauan di lapangan sampai saat ini masih banyak kenderaan yang terjebak tidak bisa lewat termasuk ienderaan pengangkut BBM dari Sibolga ke beberapa daerah di Tapanuli Bagian Selatan ( Tabagsel).

 

Derasnya arus banjir yang terlihat nenyweret  potongan potongan kayu besar menghantam pondasi jembatan  menyebabkan struktur jembatan roboh hanya dalam hitungan menit. Selain itu, sebuah tiang listrik ikut bergeser ke tengah badan Jalan Lintas, sehingga menambah potensi bahaya bagi masyarakat.

 

Petugas BPBD, kepolisian, dan pemerintah kecamatan telah menutup akses menuju lokasi serta memasang garis pengamanan.

 

Lalu Lintas Lumpuh Total, Jalur Alternatif Memakan Waktu Berjam-jam

 

Melihat keadaa tersebut ada rute alternatif  tapi jarak jauh dan durasi perjalanan meningkat drastis dan tidak terjamin bisa dilewati mengingat jalannya bukan jalan umum bahkan harus melewati  jalanneawannlingsor.

 

Para penumpang dan supir yang terjebak  kelaparan karena rumah makanndan kios warga di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat diterjang lumpur dan arus banjir.

 

Hingga Rabu (26/11/2025), belum ada laporan korban jiwa. Namun pemerintah menetapkan situasi ini sebagai kondisi darurat mengingat jembatan tersebut merupakan penghubung vital antara dua kabupaten.

 

Akibat bencana tersebut akses kimunikasi akibat listrik juga terputus sehingga sulit menghubungi para keluarga yang mengalami kebanjiran.

 

Kondisi semakin sulit dirasakan warga di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, yang kini terisolasi akibat putusnya akses dari beberapa titik longsor di wilayah tersebut.

 

“Situasi ini sangat mengkhawatirkan, bang,” ujar Sahril Nasution kepada wartawan di lokasi longsor Desa Sibangkua, Rabu (26/11/2025).

“Pengangkut BBM dari Sibolga sudah tiga hari tidak bisa lewat. Depot Pertamina di wilayah Tapanuli bagian selatan juga mulai kekurangan suplai,” tambahnya.

 

Putusnya akses jalan juga memukul sektor ekonomi masyarakat. Para petani tidak dapat menjual hasil panennya karena tidak ada armada yang bisa mengangkut hasil bumi keluar daerah.

 

Masyarakat di Kedua Kabupaten ( Tapsel dan Tapteng)  berharap kepada pemerintah agar bergerak cepat membangun jembatan darurat serta menuntaskan penanganan longsor sehingga proses perekonomian masyarkat bisa berjalan.

 

” Gimanalah kita mau menjual hasil bumi,pertanian atau mau belanja membeli kebutuhan di rumah tangga aksea jalan tak bisa dilewati.Anak anak sekolahpun tidak bisa lewat.” ujar Silalahi warga Desa Hutagodang.(Rts)

Dihantam Banjir Bandang,Jembatan diperbatasan Kabupaten Tapsel dan Tapteng terputus. Distribusi Sembako dan BBM terhambat

Padangsidimpuan ( riaubangkit.com) – Banjir Bandang yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengakibatkan perekonomian memprihatinkan karena barang barang termasuk Semabako dari kedua daerah tidak bisa masuk disebabkan adanya jembatan runtuh diperbatasan Tapsel dangan Tapteng tepatnya jembatan Aek Gadol ,Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapteng.

Akibat Banjir Bandang yang terjadi Selasa (125/11/2025) tersebut tidak hanya mengakibatkan runtuhnya jembatan juga merendam perkampungan di Desa Anggoli dan Desa Hutagodang ,Kecamatan Batangtoru,Kabupaten Tapsel yangnmwmbuat masyarakat sampai saat ini mencari tempat yang jauh dari bahaya banjir.

” Kami tidak tahu harus bagaimana lagi.Makan aja susah gak tau mau masak dimana karena rumah sudah digenangi air.Kami betul betul trauma terlebih hujan masihbterus datang yang menghantui kami dengan bajir dan tanah longsor susulan.” ujar salah seorang warga Desa Hutagodang.

Dari pantauan di lapangan sampai saat ini masih banyak kenderaan yang terjebak tidak bisa lewat termasuk ienderaan pengangkut BBM dari Sibolga ke beberapa daerah di Tapanuli Bagian Selatan ( Tabagsel).

Derasnya arus banjir yang terlihat nenyweret potongan potongan kayu besar menghantam pondasi jembatan menyebabkan struktur jembatan roboh hanya dalam hitungan menit. Selain itu, sebuah tiang listrik ikut bergeser ke tengah badan Jalan Lintas, sehingga menambah potensi bahaya bagi masyarakat.

Petugas BPBD, kepolisian, dan pemerintah kecamatan telah menutup akses menuju lokasi serta memasang garis pengamanan.

Lalu Lintas Lumpuh Total, Jalur Alternatif Memakan Waktu Berjam-jam

Melihat keadaa tersebut ada rute alternatif tapi jarak jauh dan durasi perjalanan meningkat drastis dan tidak terjamin bisa dilewati mengingat jalannya bukan jalan umum bahkan harus melewati jalanneawannlingsor.

Para penumpang dan supir yang terjebak kelaparan karena rumah makanndan kios warga di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat diterjang lumpur dan arus banjir.

Hingga Rabu (26/11/2025), belum ada laporan korban jiwa. Namun pemerintah menetapkan situasi ini sebagai kondisi darurat mengingat jembatan tersebut merupakan penghubung vital antara dua kabupaten.

Akibat bencana tersebut akses kimunikasi akibat listrik juga terputus sehingga sulit menghubungi para keluarga yang mengalami kebanjiran.

Kondisi semakin sulit dirasakan warga di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, yang kini terisolasi akibat putusnya akses dari beberapa titik longsor di wilayah tersebut.

“Situasi ini sangat mengkhawatirkan, bang,” ujar Sahril Nasution kepada wartawan di lokasi longsor Desa Sibangkua, Rabu (26/11/2025).
“Pengangkut BBM dari Sibolga sudah tiga hari tidak bisa lewat. Depot Pertamina di wilayah Tapanuli bagian selatan juga mulai kekurangan suplai,” tambahnya.

Putusnya akses jalan juga memukul sektor ekonomi masyarakat. Para petani tidak dapat menjual hasil panennya karena tidak ada armada yang bisa mengangkut hasil bumi keluar daerah.

Masyarakat di Kedua Kabupaten ( Tapsel dan Tapteng) berharap kepada pemerintah agar bergerak cepat membangun jembatan darurat serta menuntaskan penanganan longsor sehingga proses perekonomian masyarkat bisa berjalan.

” Gimanalah kita mau menjual hasil bumi,pertanian atau mau belanja membeli kebutuhan di rumah tangga aksea jalan tak bisa dilewati.Anak anak sekolahpun tidak bisa lewat.” ujar Silalahi warga Desa Hutagodang.(Rts)