Miris,!”Pejabat Pemko Bungkam Pengadaan Mobdis Toyota Alphard 

PEKANBARU, RBC -Karena telah menjadi pembicaraan ditengah dimasyarakat dan miris siapa Pejabat mafia Anggaran? di Tengah Krisis Devisit Pengadaan Mobil Dinas Toyota Alphard Pemko Pemerintah Kota Pekanbaru

 

 

Roni juga mengingatkan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disahkan oleh Pj Wali Kota sebelumnya, yakni Risnandar Mahiwa.

 

Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai penjabat Wali Kota dengan fokus menghormati kepemimpinan Wali Kota terpilih berikutnya.

 

“Saya tidak pernah menjalankan kegiatan atau mengelola kegiatan tersebut. Bahkan, saya sudah minta ke seluruh Kepala OPD untuk kita bersama-sama menghormati Wali Kota terpilih. Kalau memang Kabag Umum sudah mulai mengontrak kegiatan itu, tentu Agung Nugroho dong yang menunjuk dia. Tanya ke Kabag nya, siapa yang menyuruh dia. Sekali lagi, saya tidak pernah nyuruh atau perintahkan Kabag Umum,” imbuhnya.

 

“Nanti saya suruh Sekda itu jelaskan, kalau tidak, nanti saya buka dan bongkar semuanya, baru dia tahu,” pungkas Roni.

 

 

 

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak Sekda Pekanbaru maupun Walikota Agung Nugroho mengenai bantahan Roni Rahmad tersebut.

 

Menanggapi kondisi ini, Ketua GWI Riau, Bomen, merasa ada hal yang aneh dalam pengelolaan dana APBD Tahun Anggaran 2025 di Pemko Pekanbaru.

 

Beranjak dari isu mantan Pj Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmad dengan Sekda Kota Pekanbaru, Zulhelmi saling lempar batu sembunyi tangan dan Ia jelaskan bukan tanggungjawabnya tentang Pengadaan Mobil Dinas tersebut, tentu menjadi pertanyaan besar di kalangan publik, khususnya Masyarakat Kota Pekanbaru.

 

“Jika tidak ada yang mengaku dan tidak transparan soal Pengadaan Mobdis di tengah krisis Devisit Anggaran ini, lalu siapa Mafia Anggaran di Pemko Pekanbaru saat ini? Saya kira tekan-rekan Jurnalis lebih semangat menelusuri lebih lanjut soal alokasi Anggaran Rp 1,7 miliar untuk Pengadaan Mobdis di tengah krisis Devisit Anggaran di awal Tahun 2025 ini, supaya jelas dan tuntas,” kata Bomen Jurnalis senior itu. (Tim /R03– bersambung..)