rangkaian Car Free Day dan Car Free Night Di Desa Air Putih Mendorong Kemajuan Daerah Melalui Pendekatan Yang Inklusif dan Partisipatif.

Bengkalis, Rbc – Langit pagi yang cerah menjadi penanda dimulainya denyut baru aktivitas warga; sebuah perhelatan yang memadukan olahraga, hiburan, dan kebersamaan resmi bergulir melalui pembukaan lomba menembak dalam rangkaian Car Free Day dan Car Free Night di kawasan Jalan Pelabuhan BUMD, Desa Air Putih, Sabtu (2/5/2026).

Sejak awal, suasana terasa hidup namun tetap tertib. Warga, peserta, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan hadir dalam satu ruang yang sama; membaur tanpa sekat, menghadirkan kebersamaan yang hangat. Kehadiran mereka bukan sekadar menyaksikan seremoni, melainkan menjadi bagian dari gerak kolektif yang menghidupkan kegiatan tersebut.

Pembukaan berlangsung dengan kehadiran sejumlah tokoh yang selama ini berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat, di antaranya Aiptu Dedy Suryadi, S.H., Tok Jrol, Kepala Desa Air Putih Muhammad Syaifuddin, serta Bhabinkamtibmas Aipda Hamdani.

Dalam sambutannya, Aiptu Dedy Suryadi, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini melampaui sekadar kompetisi; menjadi ruang yang mempertemukan semangat kolektif masyarakat dalam suasana yang setara dan terbuka.

“Momentum seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat persatuan; bukan hanya mengasah keterampilan, tetapi juga merawat hubungan sosial antar warga,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Desa Air Putih, Muhammad Syaifuddin, menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan daerah melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif.

“Kami ingin kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat warga untuk berpartisipasi aktif; baik dalam olahraga, ekonomi kreatif, maupun menjaga keharmonisan sosial,” katanya.

 

Pandangan serupa disampaikan Bhabinkamtibmas Aipda Hamdani, yang melihat kegiatan ini sebagai ruang positif untuk membangun interaksi masyarakat yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat sinergi antara warga dan aparat.

Dinamika tersebut kemudian berlanjut dalam rangkaian kegiatan yang lebih luas. Lomba menembak berlangsung sepanjang Sabtu dan berlanjut hingga Minggu sore, beriringan dengan geliat pasar UMKM yang menjadi bagian penting dari keseluruhan agenda.

Memasuki malam, suasana berangsur semarak melalui penampilan musik yang menghidupkan ruang publik, sebelum mencapai puncaknya pada malam Minggu dengan pertunjukan seni budaya Jaranan yang telah lama dinantikan warga.

Ajakan pun disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan; bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai penggerak suasana kebersamaan.

Harapannya jelas, terbentuk lingkungan yang sehat, dinamis, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba, sekaligus mendorong kemajuan sosial masyarakat.

Dari Air Putih, akhir pekan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menegaskan bahwa kebersamaan, ketika dirawat dengan kesadaran kolektif, mampu menjadi fondasi kuat bagi masa depan Bengkalis yang lebih berdaya.** (ae)