UPDATE BENCANA SUMUT: 18 Tewas Akibat Banjir Bandang di 4 Wilayah, Ribuan Rumah Rusak

Tapsel (Riau Bangkit) – Bencana alam banjir bandang yang melanda empat wilayah di Sumatera Utara (Sumut)—yakni Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal (Madina), dan Kota Padangsidimpuan—telah mengakibatkan total 18 korban jiwa meninggal dunia hingga Rabu (26/11/2025).
Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalpos PB) BPBD Sumatera Utara hari ini, berikut rincian dampak bencana di masing-masing wilayah:
I. Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)
Tapsel menjadi wilayah dengan korban paling banyak tercatat. Data Pusdalpos PB BPBD Sumut menyebutkan:
Korban Meninggal: 13 orang.
Korban Luka-luka: 37 orang.
Korban Hilang: 3 orang.
Jumlah Pengungsi: 3.000 jiwa.
Kerusakan Infrastruktur:
12.000 unit rumah mengalami kerusakan.
1 unit sekolah rusak.
II. Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)
Data sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mencatat:
Korban Meninggal: 4 orang.
Korban Luka-luka: Sedang dalam pendataan.
III. Kabupaten Mandailing Natal (Madina)
Di Mandailing Natal, fokus dampak terletak pada pengungsian dan kerusakan lahan:
Jumlah Pengungsi: 561 Kepala Keluarga (KK) atau 2.244 jiwa.
Kerusakan Infrastruktur dan Lahan:
13 rumah rusak berat.
85 hektar lahan pertanian rusak akibat banjir.
IV. Kota Padangsidimpuan
Di Kota Padangsidimpuan, data sementara yang terhimpun mencakup:
Korban Meninggal: 1 orang (terbawa arus/hanyut).
Kerusakan Infrastruktur:
2 unit rumah hanyut.
Beberapa sepeda motor hanyut.
Data kerusakan rumah, perkebunan, pertanian, dan material lainnya masih belum terdata secara rinci.
Hingga saat ini, dilaporkan bahwa hujan masih terus turun di wilayah-wilayah terdampak, yang berpotensi menghambat proses evakuasi dan pendataan lebih lanjut.
(Rts)
