Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuala Kampar Tinjau 15 Hektare Lahan Jagung di Desa Sungai Solok

​PELALAWAN RBC– Polsek Kuala Kampar berkomitmen penuh dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui peninjauan langsung progres pertumbuhan tanaman jagung pipil seluas 15 hektare di Desa Sungai Solok, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (27/6/2026) siang.

​Kegiatan yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB ini menyasar area perkebunan milik Sdr. M. Radik, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) Senang Jaya. Secara geografis, lahan potensial ini berada pada titik koordinat 0.66287438N 103.25929418E.

​Hadir di lokasi untuk melakukan pengecekan secara detail adalah personil Polsek Kuala Kampar, yakni Aiptu Romi Saputra dan Aipda Yogi Alexander, didampingi langsung oleh para anggota Poktan Senang Jaya.

​Kapolsek Kuala Kampar, AKP Rian Onel, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengawasan dan pendampingan ini dilakukan secara intensif demi memastikan program ketahanan pangan di wilayahnya berjalan optimal.

​”Kami turun langsung mengecek ke lahan agar program jagung pipil ini benar-benar berjalan lancar. Alhamdulillah, pertumbuhan tanaman di lahan 15 hektare milik Poktan Senang Jaya dalam keadaan baik dan sehat. Polsek Kuala Kampar siap mendampingi para petani dari masa tanam hingga panen nanti,” ujar AKP Rian Onel.

​Ia juga berpesan kepada kelompok tani untuk terus menjaga konsistensi dalam perawatan tanaman. “Tetap jaga perawatan dan kebersamaan kelompok, karena mewujudkan ketahanan pangan itu adalah kerja kolektif,” imbuhnya.

​Dalam giat yang berlangsung selama 30 menit tersebut, personel kepolisian bersama petani menyisir area kebun untuk melihat langsung kondisi fisik batang dan daun jagung. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, seluruh tanaman menunjukkan pertumbuhan yang vegetatif dan baik.

​Sembari mengusung semangat “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”, Polsek Kuala Kampar memaknai tugas ini bukan sekadar pengamanan, melainkan memastikan setiap jengkal lahan jagung terjaga dengan baik. Sebab, dari produktivitas lahan inilah ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat bermula.

​Hingga kegiatan berakhir pada pukul 14.30 WIB, situasi di lokasi terpantau aman, kondusif, dan terkendali. (PlmT)