Masih ada sekolah yang melakukan pengutipan untuk biaya perpisahan walau sudah dilarang pemerintah
Pekanbaru, RBC – Nenurut keterangan walimurid SD dan SMP taruna Islam kepada tim media Riau bangkit.com dan media autenticnews.co menyampaikan ada dugaan pihak sekolah membuat ajang bisnis yang sangat memberatkan orangtua wali murid.
Awalnya mula di rencanakan membentuk perpisahan di sekolah SD dan SMP SEWASTA taruna Islam jalan. Cemara indah harapan raya kecamatan tenayan Raya kota Pekanbaru provinsi Riau.
Iuran yang di minta kepada orang tua murid sebesar Rp 800.000 ( delapan ratus ribu ) persiswa – siswi berhubungan ada larangan dari pemerintah untuk mengadakan perpisahan kemudian di batalkan.
Kemudian pihak sekolah mengadakan rapat kembali pihak sekolah bersama orangtua siswa – siswi iuran di turunkan menjadi Rp 500.000 ( lima ratus ribu rupia ) dalam rapat tersebut
ada yang setuju ada tidak setuju ada juga orang tua wali murid yang minta rincian yang Rp 500.000. ( lima ratus ribu rupia ) penggunaan untuk kegiatan perpisahan tersebut .
Namun pihak sekolah tersebut tidak bisa menjawab
pada hari itu juga nanti kami berikan rincian untuk kegiatan perpisahan ini ,namun di tunggu sekian Minggu tidak juga ada rincian tersebut dishare pihak sekolah biaya perpisahan dan out bond sebesar Rp 250000 ( dua ratus lima puluh ribu rupia ) tetap acaranya untuk siswa – siswa kelas 6 dan kelas 9 saja buat acara perpisahan orang tua murid tidak hadir, dan acara perpisahan di selenggarakan pada hari jum’at 13 /6-2025 tidak ada di kasih makan siang cuma snek saja “, ucapan orang tua wali murid .
Sabtu 14 /6 – 2025 tim pewarta riaubangkot.com dan uatenticnews.co datang kesekolah SD dan SMP SEWASTA taruna Islam meminta konfirmasi tapi semua kepsek tidak ada di tempat lalu wartawan minta no kepsek SD dan SMP SEWASTA taruna dan menghubungi kepala sekolah melalui aplikasi WhatsApp pribadinya terkait dengan biaya perpisahan yang dipungut dari siswasebesar Rp 250.000 ( dua ratus lima puluh rupia ).
Kepala sekolah SD dan SMP SEWASTA taruna Islam menjawab kami sedang rapat di luar kemudian berselang beberapa jam kemudian tim pers melanjutkan konfirmasi kepada kepala sekolah melalui WhatsApp terkait dengan pungutan biaya perpisahan yang berjumlah Rp :250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupia ) tersebut ,tapi sangat di sayangkan tidak ada Meres pon lagi .
Diduga ada yang di tutupi ,M.A di waktu bersamaan tim pers di coba menghubungi lagi kepala sekolah SD dan SMP SEWASTA taruna Islam di jalan Cemara indah harapan raya melalui WhatsApp pribadinya terkaitnya dengan permintaan orang tua wali murid tentang rincian penggunaan dana yang di pungutdari siswa – siswi sebesar Rp : 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupia) namun kepala sekolah berat rasanya memberikan.
Tim pers minta maaf kepada kepala sekolah untuk menaikkan beritanya
karna tim pers menyampaikan kepada kepala sekolah apa yang di temukan dan apa yang dapat di kasih orang tua murid informasi kepada tim pers itu juga yang di tulis .namun tim pers berusaha untuk konfirmasi kepada pihak sekolah melalui WhatsApp peribadi namun tak kunjung respon.
Padahal peraturan gubernur Riau dan walikota sudah jelas apa bila sekolah membuat perpisahan di sekolah tidak boleh di bebankan orang tua wali murid.
Kami tim pers Riaubangkot.com dan autenticnews.co meminta kepada pak Kapolda Riau dan kepala kejaksaan tinggi Riau untuk biar ditindak tegas kepala sekolah yang suka membani orang tua wali murid dan sekali Gus di duga jadi ajang bisnis.
Karna sekolah yang sudah di duga membuat ajang bisnis wali murid sudah sangat resah .tidak semua orang tua murid yang berada ,kalau orang tua wali murid yang susah di cari pagi untuk makan sore ini bagai mana pula sudah susah tapi di susahkan lagi ,makanya orang tua wali murid murid meminta perlindungan kepada pihak hukum biar tindak tegas .biar walimurid semakin tenang. (mah)
