Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat Tinjau Sekat Kanal Pulau Mendol, Kolaborasi Cegah Karhutla Kuala Kampar

PELALAWAN RBC– Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, melaksanakan kunjungan kerja ke Kelurahan Teluk Dalam dan Desa Sungai Perak, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Kunjungan ini berfokus pada aksi nyata mitigasi bencana melalui peninjauan pembangunan sekat kanal secara kolaboratif di Pulau Mendol guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH didampingi oleh jajaran pejabat tinggi, di antaranya Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, S.IP., M.Si., Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., Deputi TLSDAB KLH/BPLH Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., serta Asisten III Setda Provinsi Riau M. Job Kurniawan, AP., M.Si. yang mewakili Plt. Gubernur Riau. Turut hadir mendampingi Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M., Direktur Rehabilitasi Mangrove PDAS-RH Nikolas Nugroho Surjobasuindro, S.Hut., M.T., serta jajaran pimpinan Sinar Mas APP Forestry (Suhendra Wiriadinata, Dr. Ir. H. Soewarso, M.Si., IPU, Iwan Setiawan) dan Direktur PT Arara Abadi Edie Haris, MZ.
Kedatangan rombongan di Kantor Camat Kuala Kampar disambut hangat oleh jajaran Polres Pelalawan yang dipimpin Kabag Ops AKP Yulhairi, S.H., M.H., bersama Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Oniel, S.H., Plt. Camat Kuala Kampar T. Radi Guspandiar, anggota DPRD Dapil Kuala Kampar Daramén, S.H., M.Kn., unsur Upika, para lurah, kepala desa, serta sekitar 100 warga setempat.
Rangkaian Aksi Nyata di Lapangan
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis di lapangan bola depan Kantor Camat Kuala Kampar. Selanjutnya, Menteri LH bersama rombongan bertolak ke lokasi sekat kanal di Desa Sungai Perak. Di sana, dilakukan pembangunan sekat kanal secara bergotong-royong yang melibatkan pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat.
Setelah peninjauan, menteri membuka ruang dialog dan audiensi bersama warga setempat. Dalam audiensi ini, dibahas fungsi strategis sekat kanal dalam menjaga hidrologi gambut, potensi Pulau Mendol sebagai sentra padi dan kelapa, serta berbagai aspirasi terkait pengembangan wilayah. Agenda kemudian ditutup dengan wawancara bersama media nasional sebelum rombongan bertolak untuk meninjau intervensi pembasahan gambut (rewetting) di Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.
Komitmen Bersama Hadapi El Nino
Bupati Pelalawan, H. Zukri Misran, menyampaikan apresiasinya atas sinergi seluruh pihak dalam mengantisipasi ancaman kemarau panjang.
”Terima kasih atas dukungan penuh dari Polri, pihak kecamatan, Polsek, dan seluruh elemen masyarakat Kuala Kampar. Fenomena El Nino diperkirakan berlangsung panjang hingga November, dengan puncak kemarau pada Juli-Agustus. Kami sangat berharap perusahaan-perusahaan di Kuala Kampar dapat berkontribusi nyata, salah satunya dengan menyiagakan alat berat di setiap desa untuk percepatan penanganan karhutla,” ujar Bupati Zukri.
Aspirasi senada juga disampaikan oleh perwakilan masyarakat. Katoki, seorang warga Kuala Kampar, berharap adanya perhatian lebih terhadap kesejahteraan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta bantuan alat pemadam dari perusahaan. Sementara itu, Lurah Teluk Dalam T. Heri Yusri dan Kades Sungai Solok Zainal Abidin mengusulkan agar pembangunan sekat kanal diperluas ke tingkat RW, didukung dengan pengadaan minimal 1 unit alat pemadam kebakaran dan 1 unit alat berat per desa, serta perbaikan infrastruktur jalan lingkungan.
Respon Cepat Pemerintah Pusat
Merespons langsung keluhan dan usulan warga, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa langkah taktis harus segera diambil.
”Masukan dari masyarakat sangat masuk akal dan relevan demi kepentingan bersama dalam mencegah karhutla. Terkait penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), kami akan segera merapatkannya secara khusus dengan BNPB agar mendapatkan dukungan optimal dari Pusat maupun Daerah. Saya sangat mendukung usulan satu desa satu alat pemadam karhutla, dan hal ini akan segera kami koordinasikan agar bisa direalisasikan secepatnya. Mari kita terus bergotong-royong menjaga lingkungan ini,” tegas Menteri LH.
Dukungan penuh juga dinyatakan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan. Pihaknya berjanji akan langsung mengawal kebutuhan logistik tersebut.
”Terkait permintaan alat berat, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar minimal tersedia 1 hingga 2 unit yang siaga di wilayah Kuala Kampar. Sementara untuk alat pemadam kebakaran, BNPB siap mendukung penuh dan akan mengalokasikan bantuan masing-masing 2 unit alat pemadam untuk setiap desa sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di sini,” pungkas Mayjen TNI Budi Irawan.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri LH dan rombongan di Kabupaten Pelalawan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif di bawah pengamanan ketat personil gabungan Polres Pelalawan dan Polsek Kuala Kampar.
Pesan Penutup:
Air ditahan, api dicegah, harapan ditanam. Sekat kanal di Pulau Mendol merupakan simbol nyata dari kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut. Melalui semangat “Melindungi Tuah Menjaga Marwah”, setiap langkah kecil di kanal hari ini adalah investasi besar demi mewujudkan Riau bebas asap di masa depan. (PlmT)
