MINGGU KASIH, KAPOLRES PELALAWAN DENGARKAN ASPIRASI JEMAAT DI GEREJA GPIB ANUGERAH ENGKOLAN SOREK SATU

MINGGU KASIH, KAPOLRES PELALAWAN DENGARKAN ASPIRASI JEMAAT DI GEREJA GPIB ANUGRAH ENGKOLAN SOREK SATU

Photo bersama Jemaat dan tokoh masyarakat kecamatan Pangkalan Kuras

Pelalawan RBC – Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Latedara, S.I.K bersama jajaran menghadiri kegiatan Minggu Kasih di Gereja GPIB Anugrah Engkolan, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, pada Minggu (24/8/2025) pukul 09.00 WIB.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polres Pelalawan, Kapolsek Pangkalan Kuras, para pendeta, penatua gereja, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga jemaat dari berbagai denominasi di Kecamatan Pangkalan Kuras.

Porman Luhut LM L Tobing Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) PAC kecamatan Pangkalan Kuras dan Kecamatan Bandar Petalangan Memberi Apresiasi Atas Kunjungan Kapolres Pelalawan

Acara diawali dengan doa, sambutan tokoh jemaat, serta bincang-bincang bersama para pendeta. Selanjutnya, Kapolres Pelalawan memberikan arahan dan berdialog langsung dengan jemaat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

Dalam penyampaiannya, Kapolres menegaskan komitmen Polri dalam pemberantasan narkoba. “Kami gencar melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan berbagai lini masyarakat. Jika bapak dan ibu mendapat informasi adanya penyalahgunaan narkoba, segera laporkan kepada kepolisian,” tegas AKBP John Louis Latedara.

Ia juga menyinggung pentingnya kerukunan umat beragama melalui forum oikumene di tingkat kecamatan, serta memberikan penjelasan terkait aturan hukum, termasuk Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 2 Tahun 2012 mengenai tindak pidana ringan.

 

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan IPTU Alex Sinaga, S.H., M.H., menambahkan bahwa komitmen pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama. “Kapolda Riau menegaskan, tidak ada ampun bagi narkoba. Kami harap masyarakat ikut berperan aktif dalam memberikan informasi,” ujarnya.

 

Kasat Binmas AKP Edi Haryanto, S.H., juga mengingatkan peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar terhindar dari pengaruh narkoba. Ia menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dengan Polri dalam menjaga keamanan lingkungan.

 

Selain isu narkoba, jemaat juga menyampaikan sejumlah pertanyaan, mulai dari perbedaan waktu ibadah antar gereja, persoalan pencurian kecil yang tidak ditahan, biaya pembuatan dan perpanjangan SIM, hingga usulan pemasangan lampu merah di simpang Beringin yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.

 

Menanggapi hal itu, Kapolres menjelaskan bahwa pemasangan lampu merah merupakan kewenangan Dinas Perhubungan dan perlu dibahas dalam forum bersama. Sementara terkait tindak pidana pencurian di bawah Rp2,5 juta, Polri tetap memproses hukum meski pelaku tidak ditahan, kecuali berstatus residivis.

 

Ketua PBB PAC Pangkalan Kuras–Bandar Petalangan, Porman Luhut ML Tobing, memberikan apresiasi atas keterbukaan Polres Pelalawan. “Kami sangat menghargai langkah Kapolres yang turun langsung mendengar keluhan masyarakat. Ini bentuk nyata sinergi antara polisi, tokoh agama, ormas, dan jemaat dalam menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Penatua Aritonang. “Kehadiran Kapolres di tengah jemaat memberi semangat dan rasa aman bagi kami. Kami berharap dialog seperti ini bisa lebih sering dilakukan di rumah-rumah ibadah,” ucapnya.

 

Kegiatan yang berlangsung selama sekitar satu jam ini ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama, dan doa penutup. Selama acara, suasana berjalan aman, tertib, dan kondusif. (R 116 )