Polres Pelalawan Amankan Aksi Unjuk Rasa Petani Sawit Menuntut Kenaikan Harga Di Pt. Mup

​Pelalawan – Polres Pelalawan berhasil mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh PSP. NIBA – BMDP (Serikat Pekerja/Organisasi Petani) Desa Penarikan di Pabrik Kelapa Sawit (PMKS) PT. MUP Desa Penarikan, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Aksi ini berlangsung pada Senin, 08 Desember 2025, dengan fokus tuntutan keadilan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

​Sejumlah pejabat Polres Pelalawan hadir di lokasi untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib dan kondusif. Di antara yang hadir adalah Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Pelalawan KOMPOL HANDOKO SUJARYANTO, S.H., M.H., Kasat Pol Airud AKP Mardani Tohenes, S.H., M.H., Kasi Humas Polres Pelalawan Thomas B Siahaan, S.Sos., dan Kapolsek Langgam IPDA JERRY P. SINAGA.

​Dari pihak stakeholder, hadir pula Ketua BPD Desa Penarikan Sdr. ANDI RIKWAN dan Manager PMKS PT. MUP Sdr. SAMSUL BAHRI.

​Tuntutan utama yang disuarakan oleh masyarakat Desa Penarikan melalui Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Sdr. JUMARIS, meliputi tiga poin krusial:

​Kenaikan harga beli TBS kelapa sawit yang dianggap tidak sesuai dengan harga pasar.

​Pengurangan kebijakan sortiran atau pulangan buah yang dinilai terlalu ketat.

​Penyerahan pekerjaan pembongkaran buah inti PT. MUP kepada PSP. NIBA-BMDP Kecamatan Langgam.

​Menanggapi tuntutan tersebut, pihak perusahaan yang diwakili oleh Sdr. SAMSUL BAHRI menyatakan belum dapat memenuhi semua poin tuntutan masyarakat.

​Kabag SDM Polres Pelalawan, KOMPOL HANDOKO SUJARYANTO, S.H., M.H., menekankan bahwa kehadiran kepolisian adalah wujud pelayanan dan pengamanan terhadap penyampaian aspirasi publik.

​”Kami hadir untuk memastikan penyampaian aspirasi ini berjalan dengan aman dan tertib. Kami siap mengawal dan mengamankan kegiatan ini agar situasi tetap kondusif, sehingga hak masyarakat untuk berpendapat dapat tersalurkan tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujar KOMPOL Handoko.

​Sementara itu, Kapolsek Langgam IPDA JERRY P. SINAGA menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya memfasilitasi mediasi. “Mediasi ini kami lakukan sebagai upaya mencari solusi terbaik yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Kami berharap pihak perusahaan dapat meninjau dan mempertimbangkan tuntutan masyarakat,” jelasnya.

​Aksi unjuk rasa tersebut secara keseluruhan berakhir dengan aman dan kondusif. Namun, karena tuntutan utama belum terpenuhi, Koordinator Lapangan Sdr. JUMARIS menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan aksi kembali.

​”Kami tidak akan berhenti sampai tuntutan kami, yaitu keadilan harga beli kelapa sawit, dipenuhi. Kami siap melakukan aksi lanjutan jika tidak ada tindak lanjut positif dari pihak perusahaan,” tegas Sdr. JUMARIS. (PlmT)