Ratusan Aksi Massa Tumpah Ruah di Purna MTQ, Desak Polda Riau Usut Tuntas Dugaan Ijazah Palsu Bupati Rohil
PEKANBARU, RBC – Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul di kawasan Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, untuk menyuarakan kepedulian terhadap dunia pendidikan terkait dugaan ijazah palsu Bupati Rokan Hilir, H Bistamam.
Aksi damai ini digerakkan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan yang dipimpin oleh Muhajirin Siringgo-ringo.
Dari pantauan awak media dilapangan massa aksi memampang spanduk beberapa berisikan ” Kami mendukung kepolisian agar menuntaskan dan menangkap oknum yang terlibat dalam proses dugaan ijasah palsu Bupati Rohil Bistamam, “Kami meminta Karmila anggota DPR RI Komisi 10 agar mendorong kasus dugaan ijazah palsu Bupati Rohil Bistamam hingga tuntas”.

Dalam Orasinya, Muhajirin menyampaikan bahwa mereka telah melaporkan dugaan ini ke Mabes Polri pada 5 Mei 2025 dan mendapatkan informasi telah dilimpahkan ke Polda Riau pada 28 Mei. Ia berharap Polda Riau dapat memprosesnya secara transparan di bawah kepemimpinan Irjen Pol Herry Heryawan, ungkapnya.
lanjut Muhajirin,” Kami percaya, di bawah kepemimpinan Irjen Pol Herry Heryawan, Polda Riau akan memprosesnya secara transparan.
Menurut Muhajirin, investigasi yang mereka lakukan sejak jauh hari menemukan beberapa kejanggalan. Salah satunya adalah keterangan bahwa H. Bistamam disebut tamat dari SDN 11 (yang kini menjadi SDN 31) pada tahun 1962, sementara berdasarkan data sekolah tersebut baru berdiri tahun 1967.
“Kami tidak ingin menuduh. Namun, temuan-temuan ini menimbulkan tanda tanya besar. Ada indikasi bahwa ijazah yang dimiliki beliau bisa jadi ‘Aspal’ , asli tapi palsu,” kata Muhajirin sambil menegaskan bahwa tujuan mereka adalah demi menjaga marwah pendidikan.
Senada dengan Muhajirin, Darby, salah satu orator lainnya, juga menyampaikan keprihatinan. Baginya, dunia pendidikan harus dijaga dari praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat.
“Coba bayangkan anak-anak kita yang belajar siang dan malam, bersusah payah demi meraih selembar ijazah. Lalu, bagaimana rasa keadilan mereka saat mengetahui ada orang yang bisa memperoleh ijazah tanpa menempuh jalur pendidikan yang semestinya?” ujarnya.
Darby juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Daerah Riau yang telah mengamankan jalannya aksi hingga berlangsung dengan tertib dan damai.
“Terima kasih kepada Kapolda Riau dan jajarannya. Kami merasa dilindungi dan diberi ruang menyampaikan aspirasi dengan tenang,” tuturnya.
Aksi damai yang di gelar Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar soal ijazah, tetapi tentang integritas, perjuangan, dan keadilan.
(R-04)
