Bea Cukai Gelar Asistensi di Tiga Wilayah, Dorong UMKM Naik Kelas dan Siap Ekspor

Dumai, RBC (10/10/2025) — Dalam upaya memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama perekonomian nasional, Bea Cukai terus menggencarkan berbagai program asistensi dan pendampingan bagi pelaku usaha lokal di sejumlah daerah. Melalui kegiatan ini, Bea Cukai tidak hanya memberikan edukasi dan solusi bagi pengembangan usaha, tetapi juga menggali potensi ekspor agar UMKM mampu menembus pasar global.

Tiga wilayah menjadi fokus kegiatan asistensi kali ini, yakni Belitung, Sidoarjo, dan Bontang.

Di Belitung, Bea Cukai Tanjungpandan melakukan pendampingan kepada Koperasi Plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, pada Kamis (25/9). Kegiatan tersebut membahas peluang ekspor komoditas unggulan daerah, yaitu lada Belitung, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil lada terbaik di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap berbagai tantangan yang dihadapi petani lada, mulai dari menurunnya jumlah petani, kendala produksi, hingga perbedaan antara permintaan pasar dan hasil panen. Namun demikian, potensi kerja sama dengan perusahaan berskala nasional serta dukungan pemerintah membuka peluang besar bagi kebangkitan kembali komoditas lada Belitung.

“Melalui pendampingan ini, kami ingin menghadirkan asistensi yang solutif serta memperkuat sinergi antara Bea Cukai, koperasi, dan pemangku kepentingan lainnya agar komoditas lada kembali berkontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Sementara itu di Sidoarjo, semangat serupa juga tampak dari kegiatan asistensi yang dilakukan Bea Cukai Sidoarjo kepada UMKM Indra Jaya Sukses, pelaku usaha olahan daun kelor seperti Moringa Cookies dan Moringa Drink. Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, seperti keterbatasan pasar dan hambatan pembayaran dari pembeli.

Menanggapi hal tersebut, Bea Cukai memberikan saran agar pelaku UMKM lebih aktif mengikuti pameran, serta memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, tim juga memberikan asistensi teknis terkait prosedur ekspor bagi UMKM yang siap go global.

“Kami berupaya memastikan setiap pelaku usaha mendapat informasi yang jelas dan dukungan nyata agar dapat naik kelas. Harapan kami, produk lokal seperti olahan daun kelor ini dapat segera bersaing di pasar global,” tambah Budi.

Adapun di Bontang, komitmen Bea Cukai terhadap pemberdayaan UMKM diwujudkan melalui Program Asistensi Agen Fasilitas, yang digelar pada 6 Oktober 2025 oleh Bea Cukai Bontang. Kegiatan ini bertujuan mendampingi UMKM binaan agar siap melakukan ekspor secara mandiri.

Melalui program tersebut, Bea Cukai memberikan pendampingan menyeluruh — mulai dari pemahaman regulasi, penyiapan dokumen, hingga pemanfaatan fasilitas kepabeanan seperti Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM). Bea Cukai berupaya menghilangkan persepsi bahwa proses ekspor merupakan hal yang rumit.

“Kami hadir sebagai mitra, bukan sekadar pengawas, agar UMKM bisa berkembang dan menembus pasar global,” tegas Budi.

Dengan beragam kegiatan asistensi di berbagai wilayah, Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk mendorong UMKM naik kelas, memperkuat daya saing produk lokal, serta menciptakan perekonomian nasional yang inklusif dan berorientasi ekspor.

Sumber: Admin Web BC.ST (Toga Tampubolon)

Bea Cukai Gelar Asistensi di Tiga Wilayah, Dorong UMKM Naik Kelas dan Siap Ekspor

Dumai, RBC (10/10/2025) — Dalam upaya memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama perekonomian nasional, Bea Cukai terus menggencarkan berbagai program asistensi dan pendampingan bagi pelaku usaha lokal di sejumlah daerah. Melalui kegiatan ini, Bea Cukai tidak hanya memberikan edukasi dan solusi bagi pengembangan usaha, tetapi juga menggali potensi ekspor agar UMKM mampu menembus pasar global.

Tiga wilayah menjadi fokus kegiatan asistensi kali ini, yakni Belitung, Sidoarjo, dan Bontang.

Di Belitung, Bea Cukai Tanjungpandan melakukan pendampingan kepada Koperasi Plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, pada Kamis (25/9). Kegiatan tersebut membahas peluang ekspor komoditas unggulan daerah, yaitu lada Belitung, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil lada terbaik di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap berbagai tantangan yang dihadapi petani lada, mulai dari menurunnya jumlah petani, kendala produksi, hingga perbedaan antara permintaan pasar dan hasil panen. Namun demikian, potensi kerja sama dengan perusahaan berskala nasional serta dukungan pemerintah membuka peluang besar bagi kebangkitan kembali komoditas lada Belitung.

“Melalui pendampingan ini, kami ingin menghadirkan asistensi yang solutif serta memperkuat sinergi antara Bea Cukai, koperasi, dan pemangku kepentingan lainnya agar komoditas lada kembali berkontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Sementara itu di Sidoarjo, semangat serupa juga tampak dari kegiatan asistensi yang dilakukan Bea Cukai Sidoarjo kepada UMKM Indra Jaya Sukses, pelaku usaha olahan daun kelor seperti Moringa Cookies dan Moringa Drink. Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, seperti keterbatasan pasar dan hambatan pembayaran dari pembeli.

Menanggapi hal tersebut, Bea Cukai memberikan saran agar pelaku UMKM lebih aktif mengikuti pameran, serta memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, tim juga memberikan asistensi teknis terkait prosedur ekspor bagi UMKM yang siap go global.

“Kami berupaya memastikan setiap pelaku usaha mendapat informasi yang jelas dan dukungan nyata agar dapat naik kelas. Harapan kami, produk lokal seperti olahan daun kelor ini dapat segera bersaing di pasar global,” tambah Budi.

Adapun di Bontang, komitmen Bea Cukai terhadap pemberdayaan UMKM diwujudkan melalui Program Asistensi Agen Fasilitas, yang digelar pada 6 Oktober 2025 oleh Bea Cukai Bontang. Kegiatan ini bertujuan mendampingi UMKM binaan agar siap melakukan ekspor secara mandiri.

Melalui program tersebut, Bea Cukai memberikan pendampingan menyeluruh — mulai dari pemahaman regulasi, penyiapan dokumen, hingga pemanfaatan fasilitas kepabeanan seperti Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM). Bea Cukai berupaya menghilangkan persepsi bahwa proses ekspor merupakan hal yang rumit.

“Kami hadir sebagai mitra, bukan sekadar pengawas, agar UMKM bisa berkembang dan menembus pasar global,” tegas Budi.

Dengan beragam kegiatan asistensi di berbagai wilayah, Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk mendorong UMKM naik kelas, memperkuat daya saing produk lokal, serta menciptakan perekonomian nasional yang inklusif dan berorientasi ekspor.

Sumber: Admin Web BC.ST (Toga Tampubolon)